BISIKAN GURU HONOR/SUKWAN
![]() |
| BISIKAN GURU HONOR/SUKWAN |
Mutiara Pengabdian di Sudut-Sudut Kesunyian.
(Puisi buat guru sukwan di desa terpencil)
Ketika mentari sedang menaburkan kasih sayangnya
Senyum manis dan elus indah lentik jemari menghampiri.
Perjalanku tertegun sesaat
Kelelehan menjelma menjadi kekaguman. Tulus.
Suara hati berdesah. Lirih.
Mendekap erat senyum dan tetesan keringatnya.
Dengan logika dan gemuruh suara peradaban.
Dengan pengabdian dan persaingan jutaan ambisi.
Disiramnya, dipupuknya ratusan buah hati negeri.
Walau berbekal abjad terbata-bata.
Kesederhanaan pemahaman karena belum terang.
“Ini seonggok karyaku yang mungkin terlupakan”
Karyaku hanya bagaikan sebutir pasir di padang pasir.
Kecil, sangat kecil.
Tapi biarlah. Mudah-mudahan Ibu Pertiwi bisa sedikit tersenyum”
Lambaian memisahkan, meski terasa berat.
Membawa mutiara pengabdian berbalut keikhlasan
Masih banyak pengabdian yang tertutup ketidakpedulian.
Ingin kuceritakan pada darah syuhada nusantara.
Pada semua yang mengerti tetesan keringat.
Sambutlah dia dengan kesejahteraan penguasa.
Semoga menjadi mutiara kenyataan dunia akhirat.
Terima kasih ku sampaikan buat guru-guru honor

Terima kasih
ReplyDeleteSama-sama
ReplyDelete