Artikel Terbaru Dari Shardun Tabayun

Menatap Wajahmu

 

TELAH TUA

Ternyata sudah lebih dari dua puluh lima tahun aku tidak bertemu dengan sehabat baikku. Sehabat satu kontrakan ketika aku menempuh pendidikan setingkat D-2. Diskusi bersama dalam mengejakan tugas. Masak bersama, bahkan mencuci piring dan gelas pun bersama. Saling meminjamkan uang ketika kiriman dari orang tua sudah menipis. Meskipun lebih banyak aku yang meminjam dari pada dia.  

Pada hari Minggu pagi, di sebuah kota kecil tanpa sengaja aku bertemu dengan dia. Pecahlah teriakan aku dan dia. Salaman dan dekapan erat pun dilakukan beberapa kali. Aku sangat bahagia mendengarkan kisah perjalanan dan perjuangan dia mengapai cita-cita. Kini dia sudah menjadi orang yang berhasil. Walaupun demikian kebaikan dan keramahannya masih tergambar kuat dalam ucap dan tingkah lakunya. Tanpa terasa sudah empat jam aku melepas rindu dengan dia. Aku harus kembali ke kampung halaman. Dan dia harus segera melanjutkan perjalanan menjalankan tugas di sebuah kota besar.           

Terima kasih sehabat, kamu tidak meupakan aku. Terima kasih pula, kamu telah mengingatkanku bahwa aku kini telah tua, ketika aku melihat dan menatap wajahmu.


#Mencoba_Pentigraf#

Shardun Tabayun 2019


0

Post a Comment