Artikel Terbaru Dari Shardun Tabayun

Makna Pensiun, Tulisan Hari ini

 


Tulisan Hari Ini

Makna Pensiun

Entah apa yang menggerakkan jari jemari ini. Ada perasaan yang tidak biasa. Padahal ketika menulis ini, aku sedang  dihadapkan pada pekerjaan yang cukup menyita pemikiran. Tapi hasratku tuk menulis tak dapat aku bantahkan. Tergambar jelas kenangan dan kehangatan mereka dalam tumpukan kenanganku yang sudah lama tersimpan.

Mereka, para seniorku, kakak-kakakku, panutanku, bahkan guruku  telah selesai  mengabdikan diri pada dunia pendidikan. Aku tidak akan bisa menghitung berapa untaian ilmu yang telah mereka berikan. Berapa nilai kehidupan yang telah mereka sumbangkan. Kini kata “pensiun” sepertinya akan sedikit memisahkan kehangatan dan senda gurau aku dengan mereka. Mereka dan mereka.

Alunan lagu Ebiet G. Ade “Untuk Kita Renungkan” mengajak aku untuk mencoba merenungkan arti pensiun. Bagi mereka,  pensiun saat ini adalah berhenti mengabdi di dunia pendidikan secara kedinasan. Tapi di luar kedinasan, saya yakin mereka akan tetap memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan.

Suara hatiku membisikan suara lirih. Bahwa aku yang sekarang masih bekerja sebagai pendidik. Masih terikat dengan tugas kedinasan. Aku juga harus segera “pensiun”. Bukan pensiun seperti mereka, tapi pensiun dari kemalasan menjadi lebih giat bekerja dan mengabdi. Pensiun dari kurang disiplin menjadi lebih disiplin. Pensiun dari etos kerja rendah ke etos kerja yang tinggi. Pensiun dari perasaan pamrih dalam bekerja ke perasaan ikhlas dan sungguh-sungguh dalam mengabdi.

Aku tertunduk rapuh. Ketika pemahamanku sampai pada keyakinanku bahwa hakikat pensiun yang sesungguhnya adalah pensiun kita dari dunia menuju alam yang sesungguhnya. Lalu, bekal apa yang telah aku siapkan? Aku baru sampai merenung.

Selamat menikmati masa purnabakti para seniorku, kakak-kakakku, panutanku, bahkan guruku. Amal baktimu akan tetap tertulis indah. Akan menjadi kebaikan dunia akhirat. Aamiin.

 

Shardun Tabayun,

Mekarsari, 10 September 2021

 

0

Post a Comment