Artikel Terbaru Dari Shardun Tabayun

Suara Hati



 

 

Selamat Datang Jiwa

 

Akan kutumpuk hingar bingarnya dunia

Bertas-tas

Entah api apa yang telah membakar jiwa

Hangus.

Akar-akar keimananku bertekuk lutut.

Aku luluh lantah.

Terjebak

Dan Tiada daya

Sering kulepas pakaian Kebanggaan.

Padahal dua belas tahun telah kerajut

Dengan keringat dan air mata

Kebutaanku berkata” Itu lambang kesederhanaan”

Pakaian kamulflasepun menghiasi jiwa yang bimbang.

Kutatap warna-warni kota.

Kudekati para agnia.

Dan orang-orang yang mempunyai idealisme

Bualan dan strategi jitu segera diperdebatkan.

Asa melesat tinggalkan jiwa.

Mau menjemput bingkaian-bingkaian fatamorgana.

Di langit khayalan.

Kaki tak mampu meladeni asa

Aku jatuh tersungkur.

Ternyata hingar bingar dan warna-warni dunia

Hanyalah setetes embun di lautan.

Diimpikan jutaan manusia.

Walau dikelilingi ranjau-ranjau mematikan.

Buah karya musuh bebuyutan.

Kadang pula membuat kita lupa

Pada Yang Maha Kuasa.

Ya, Allah

Hamba sadar

Hamba dholimi sendiri.

Jiwa berlumuran dosa

Hamba sombong.

Ya, Allah.

Yakinkan hamba dengan rahman dan Rahim-Mu

Tetapkan hidayah dan ma’rifat-Mu di hati.

Bimbing jalan hidup hamba.

Jiwa hamba ingin kembali pada fitrah.

Yang disinari Firman-Mu.

Lahaula walakuwwata ilabillah.

 

Shardun Tabayun

Hariang, Sobang, Lebak 1996

0

Post a Comment