Suara Hati
Selamat Datang Jiwa
Akan kutumpuk hingar bingarnya dunia
Bertas-tas
Entah api apa yang telah membakar jiwa
Hangus.
Akar-akar keimananku bertekuk lutut.
Aku luluh lantah.
Terjebak
Dan Tiada daya
Sering kulepas pakaian Kebanggaan.
Padahal dua belas tahun telah kerajut
Dengan keringat dan air mata
Kebutaanku berkata” Itu lambang kesederhanaan”
Pakaian kamulflasepun menghiasi jiwa yang bimbang.
Kutatap warna-warni kota.
Kudekati para agnia.
Dan orang-orang yang mempunyai idealisme
Bualan dan strategi jitu segera diperdebatkan.
Asa melesat tinggalkan jiwa.
Mau menjemput bingkaian-bingkaian fatamorgana.
Di langit khayalan.
Kaki tak mampu meladeni asa
Aku jatuh tersungkur.
Ternyata hingar bingar dan warna-warni dunia
Hanyalah setetes embun di lautan.
Diimpikan jutaan manusia.
Walau dikelilingi ranjau-ranjau mematikan.
Buah karya musuh bebuyutan.
Kadang pula membuat kita lupa
Pada Yang Maha Kuasa.
Ya, Allah
Hamba sadar
Hamba dholimi sendiri.
Jiwa berlumuran dosa
Hamba sombong.
Ya, Allah.
Yakinkan hamba dengan rahman dan Rahim-Mu
Tetapkan hidayah dan ma’rifat-Mu di hati.
Bimbing jalan hidup hamba.
Jiwa hamba ingin kembali pada fitrah.
Yang disinari Firman-Mu.
Lahaula walakuwwata ilabillah.
Shardun Tabayun
Hariang, Sobang, Lebak 1996
0
Post a Comment