Artikel Terbaru Dari Shardun Tabayun

Menjemput Indahnya Kebersamaan

Tanpa terasa aku ikut larut merasakan kepedihan temanku, yang hari ini datang mengadukan keluh kesah yang selama ini telah menyesakkan dadanya. Dia sudah merasakan keindahan kebersamaann selama empat belas tahun. Saling bahu-membahu, saling tolong menolong. sakit satu semua merasakan sakit. Gembira satu, semua merasakan kebahagiannya. Meskipun dalam perjalananya masih suka muncul riak-riak perbedaan pendapat dan pandangan. Tapi itu hanyalah menjadi bumbu semakin enaknya masakan kebersamaan.
Setelah empat belas tahun merasakan ranumnya kebahagian hidup bersama, Dia harus pergi untuk melaksanakan tugas nun jauh di sana. Dia punya keinginan untuk mewujudkan kebersamaan itu di tempat barunya. Segala bentuk tindakan yang Dia peroleh selama empat belas tahun dijelmakannya di tempat baru. Dia berhasil membangun kebersamaan di tempat baru selama delapan tahun.
Kini dia hanya bisa tertegun lesu, sambill mengurut dada. Derai air mata menemani kesedihannya. Kebersamaan dan persaudaraan yang pernah dia rasakan, kini telah hilang digerus paham individualisme, terseret egoisme yang kian menimbun rasa empati, kepedulian, dan kasih sayang. Padahal dia kembali untuk menjemput yang sudah delapan tahun ditinggalkannya.
Satu lagi datang sehabatku menumpahkan segala rasa dan keluh kesah yang kian menghimpit dada. Dia merasa ditinggalkan oleh teman-teman dalam kondisi dia sedang terpuruk. Padahal beberapa tahun ke belakang, dia juga pernah merasakan indahnya kebersamaan. Kesusahan yang satu menjadi derita yang lain. Senyuman yang satu menjadi kebanggaan yang lain. Tapi kini hidup sendiri-sendiri. Ia terpuruk, temannya tertawa.
Padahal kalau kita mau sedikit menggunakan akal, memperhatikan kondisi yang terjadi. terus membawanya ke dalam rasa dan hati kita yang terdalam. Kita akan menemukan bahwa kurikulum 2013 telah mengajarkan kebersamaan. Kita lihat dalam pemetaan semua mata pelajaran disatukan dengan tema. Dalam buku pelajaran, semua mata pelajaran berduyun-duyun beriringan. Dalam RPP, tidak ada mata pelajatran yang mengganggap dirinya hebat, atau dianggap hebat oleh mata pelajaran yang lain. Semua bersama-sama memberikan yang terbaik bagi proses pembelajaran yang bermakna. Bahkan dalam penilaian pun tampil bersama-sama mengukur keberhasilan siswa. Apabila K-13 terbacakan dalam kehidupan nyata. Alangkah indahnya kebersamaan
Sardun Tabayun, Sukapura, 14 Desember 2018.

0

Post a Comment