Artikel Terbaru Dari Shardun Tabayun

Kuanggap bermakna ketika awal bulan

 


Aku Malu

Di sela-sela kesibuannya sebagai guru dan mengurus rumah tangga, istriku juga harus melanjutkan kuliah ke-S1 PGSD. Menjelang akhir kuliah, istriku semakin sibuk menghadapi ujian praktek mengajar dan menyelesaikan skripsi. Satu hari sebelum ujian praktek mengajar, istriku sibuk mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan alat peraga. Istriku akan mengajarkan satuan waktu.  Aku hanya bisa membantu semampuku. Pukul dua belas malam baru selesai. Padahal aku sudah dua jam tertidur.

Pagi-pagi sekali istriku sudah pamitan. Terbersit perasaan takut dalam hatiku ketika istriku pergi menuju tempat ujian praktik. Kalau-kalau istriku mendappat kesulitan dalam ujian praktik. Aku pun berangkat menuju tempat tugas sambil terus mendoakan istriku. Semoga berhasil dalam ujian praktiknya dengan hasil meuaskan.

Pukul lima belas sore istriku sudah menyambut kedatanganku dengan senyumannya yang khas. Raut mukanya berbinar-binar menandakan kebahgiaan. Aku bersyukur mendapati istriku dalam kondisi seperti itu. Seketika hilanglah ketakutanku. Istriku menceritakan antusias siswa belajar tentang detik, menit, dan jam dengan alat peraga jam dinding. Siswa semangat belajar tentang hari, minggu, bulan bahkan tahun dengan alat peraga kalender. Klimaksnya anak-anak mampu menjawab soal-soal evaluasi dengan nilai yang bagus.

Aku bahagia mendengarnya, walaupun berbaur dengan senyuman malu. Aku malu pada diriku yang selama ini tidak mampu memanfaatkan alat peraga sederhana untuk menghasilkan proses pembelajaran yang luar biasa. Malu dengan kebiasaanku yang selama ini merasa cukup dengan menggunakan ceramah dalam menyampaikan materi tentang satuan waktu. Sebuah kalender yang terpangpang di dinding kelas hanya kuanggap sebagai deretan angka dan nama hari. Kehadiran kalender hanya kuanggap bermakna ketika awal bulan, karena aku akan segera menerima gaji. Maksud saya sisa gaji kalau masih ada. Kalender juga akan  menjadi perhatian ketika menemui angka berwarna merah. Begitu pula jam dinding di kelasku hanya bermakna ketika jam istirahat dan jam pulang.

Shardun Tabayun, Sukapura 2019

 

0

Post a Comment