Baju Lebaran
Tulisan Hari Ini
Baju Lebaran
Sepeda tua yang tempat
boncengannya sudah ditambah dengan papan. Sebelah kiri tergantung dua buah
karung berisi barang rongsokan. Sebelah kanan tergentung pula satu karung yang juga
berisi barang rongsokan. Di atas tempat boncengan dipenuhi kardus-kardus bekas.
Ditambah oleh adiknya yang duduk di atas kardus bekas itu. Di depannya,
dipasang keranjang dari besi, juga sudah dipenuhi barang rongsokan. Sepeda
berjalan terseok-seok, di kayuh oleh seorang anak. Mungkin karena terlalu berat
dengan tumpangan. Atau anak tersebut sudah kelelahan dari sepulang sekolah
sampai sore terus berburu barang-barang rongsokan demi sesuap nasi.
Rongsokan yang begitu banyak
itu ternyata hanya dihargai tidak lebih dari empat puluh ribu rupiah. Bahkan sering
juga Hasan dan adiknya hanya memperoleh dua puluh atau sepuluh ribu rupiah.
Tapi pekerjaan itu terus mereka lakukan. Berapa pun uang yang mereka dapatkan
tetap disyukuri dan dinikmati dengan penuh ketabahan. Padahal usia mereka belum
waktunya untuk bekerja keras mencari nafkah. Hasan baru berusia 13 tahun dan
adiknya 11 tahun. Tapi karena panggilan
untuk membantu meringankan beban orang tuanya.
Di bulan Puasa ini mereka
bekerja semakin keras. Karena sangat lelahnya mereka, kadang harus membatalkan
puasanya. Selain membantu orang tuanya, Hasan dan adiknya juga sangat ingin
mempunyai baju lebaran. Baju baru seperti anak-anak seumuran mereka.
Alangkah sombongnya aku.
Kalau aku tidak bisa bersyukur kepada Yang Maha Pemberi. Aku harus belajar pada
anak-anak yang tetap tabah mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari
barang-barang yang sudah dianggap sampah. Demi baju lebaran. Padahal di sisi
lain, aku, dan mungkin teman-teman aku mampu membeli baju lebih dari satu stel
dengan tidak harus keluar keringat. Sudah punya penghasilan tetap, diberi juga
THR. Bahkan ada pula yang memberi hadiah. Misalnya, sarung. Sudah membeli, ada
juga yang ngasih. Yang ngasihnya juga bukan satu orang. Kalaulah tidak
bersyukur, sungguh sangat keterlaluan.
Ya Alloh, jadikanlah hamba
orang-orang yang pandai bersyukur. Aamiin.
Shardun Tabahun
Sukapura, 18 Mei 2021

Masya Alloh kereen.....diantos karya saljengna kang oma
ReplyDeleteInsyaAlloh
ReplyDelete